Prinsip Kontekstual, Fungsional, Integratif, dan Apresiatif

Prinsip Kontekstual, Fungsional,  Integratif, dan Apresiatif

Hairuddin

Pada Subunit 1, Anda telah mempelajari prinsip-prinsip pembelajaran Bahasa Indonesia  SD  dalam  kurikulum.  Di  dalamnya dijelaskan  bahwa  Kurikulum 2004 pada hakikatnya adalah kurikulum yang biasa disebut dengan KBK. Dalam kurikulum ini, kita dianjurkan melaksanakan prinsip kontekstual, integratif, dan fungsional. Agar kita dapat melaksanakan ketiga prinsip tersebut mari kita ikuti paparan berikut. Continue reading “Prinsip Kontekstual, Fungsional, Integratif, dan Apresiatif”

Prinsip-prinsip Pembelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar dalam Kurikulum

Prinsip-prinsip Pembelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar dalam Kurikulum

Hairuddin

Saudara,  tentunya  Anda  sudah  mendengar  bahkan  mungkin  tidak asing  lagi dengan istilah kurikulum berbasis kompetensi atau disingkat menjadi KBK, yang disebut juga Kurikulum 2004. Kurikulum ini mulai diberlakukan pada tahun pelajaran 2004.   Kurikulum ini oleh pengembangnya (Pusat Kurikulum dan Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasonal) disebut kurikulum “baru” karena berbeda dengan kurikulum Continue reading “Prinsip-prinsip Pembelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar dalam Kurikulum”

PRINSIP-PRINSIP DASAR PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEKOLAH DASAR

PRINSIP-PRINSIP DASAR PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEKOLAH DASAR

Hairuddin

Pendahuluan

Saudara, sudahkah Anda mengenal prinsip-prinsip dasar pembelajaran Bahasa Indonesia sekolah dasar (SD)?  Tentunya sudah bukan?  Bukankah Anda sudah lama menjadi guru?  Sebagai guru SD, paling tidak, Anda harus mampu mengajarkan lima mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila, Ilmu Pengetahuan Sosial, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam. Continue reading “PRINSIP-PRINSIP DASAR PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEKOLAH DASAR”

Komponen Pendukung Pakem

Komponen Pendukung Pakem

Mohammad Syaifuddin

Ichsan Anshory AM

Keberhasilan PAKEM dipengaruhi oleh beberapa komponen. Diantaranya adalah guru dan kepala sekolah, orang tua siswa, komite sekolah, masyarakat, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, dan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Pertanyaannya adalah sejauhmana dan dalam konteks apa komponen-komponen tersebut dapat mendukung PAKEM? Continue reading “Komponen Pendukung Pakem”

Konsep Dasar Pakem

Konsep Dasar Pakem

Mohammad Syaifuddin

Ichsan Anshory AM

Proses  pembelajaran  merupakan  bagian  yang  sangat  penting dalam  kerangka MBS?  Mengapa?  Seperti  yang  telah  diuraikan  di awal  bahwa  salah  satu kelemahan sistem pendidikan di Indonesia terlalu berorientasi pada input dan output, kurang memperhatikan aspek proses. Padahal, proses akan sangat menentukan hasil. Salah satu upaya meningkatkan kualitas proses belajar itu ialah melalui PAKEM. Apa  yang  dimaksud  dengan  PAKEM?  Mengapa  harus PAKEM?  Apa  ciri-ciri PAKEM? Apa yang harus dipersiapkan dalam PAKEM? Bagimanakah pengelolaan kelas dalam PAKEM? Continue reading “Konsep Dasar Pakem”

PAKEM (PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN)

PAKEM (PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN)

Mohammad Syaifuddin

Ichsan Anshory AM

Pendahuluan

Pada unit ini kita akan mempelajari konsep pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan  (PAKEM).  Saudara,  pada  unit  ini  Anda  tidak  diajak  untuk mempelajari   metode   pembelajaran,   namun   esensi   yang   akan   dicapai   adalah bagaimana pengelolaan proses pembelajaran dilakukan agar tujuan pendidikan yang diharapkan dapat tercapai. Mungkin Anda masih ingat, bahwa salah satu kelemahan sistem pendidikan di Indonesia selalu berorientasi pada input dan output, kurang memperhatikan aspek proses. Continue reading “PAKEM (PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN)”

Profesionalisme Tenaga Kependidikan

Profesionalisme Tenaga Kependidikan

Arief Budi Wuriyanto

Sebagaimana halnya dengan tenaga pendidik, tenaga kependidikan atau educational manpower  perlu  juga  ditingkatkan  kinerjanya  agar standardisasi  pendidikan  dapat tercapai.  Ada  sejumlah  faktor  yang dapat  digunakan  sebagai  dasar  pemikiran  untuk meningkatkan kinerja  tenaga  pendidik.  Faktor-faktor  tersebut adalah  faktor yang berhubungan dengan sekolah dan manajemen sekolah, para guru, anggaran pendidikan, lingkungan sekolah,  monitoring dan evaluasi (pengawasan dan pengendalian), serta faktor yang berhubungan dengan kebijakan pendidikan nasional. Continue reading “Profesionalisme Tenaga Kependidikan”

Profesionalisme Tenaga Pendidik

Profesionalisme Tenaga Pendidik

Arief Budi Wuriyanto

Tentunya  Anda  sudah  memahami  apa  itu  tenaga  pendidik  dan apa itu  tenaga kependidikan. Dalam menciptakan kualitas pendidikan,    peningkatan kualitas profesionalisme tenaga pendidik dan kependidikan  merupakan  sebuah  keniscayaan. Cobalah  Anda  buka pasal  42  ayat  1  UU  Nomor  20/2003  tentang  Sisdiknas.  Di  situ dinyatakan bahwa pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan   jenjang   kewenangan   mengajar,   sehat jasmani   dan   ruhani,   serta   memiliki kemampuan  untuk mewujudkan  tujuan  pendidikan  nasional.  Pada  pasal  43  ayat  1 Continue reading “Profesionalisme Tenaga Pendidik”

PENINGKATAN PROFESIONALISME TENAGA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

PENINGKATAN PROFESIONALISME TENAGA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

Arief Budi Wuriyanto

Pendahuluan

Saudara, Anda tentunya telah membaca Undang-Undang No. l4 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, bukan? Guru sebagai pendidik merupakan pekerjaan profesional. Undang-undang tersebut menjelaskan bahwa  profesional adalah pekerjaan atau  kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, dan kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Sementara itu, Undang-undang  No.20 Tahun Continue reading “PENINGKATAN PROFESIONALISME TENAGA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN”

Komite Sekolah

Komite Sekolah

Arief Budi Wuriyanto

Saudara, Anda  tentunya  telah  mengenal  Dewan  Pendidikan  dan Komite  Sekolah  bukan?  Dewan  Pendidikan  dan  Komite  Sekolah  di tingkat satuan  pendidikan  merupakan  bentuk  konsep desentralisasi  pendidikan  baik  di tingkat kabupaten/kota dan di sekolah. Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/U/2002 tanggal 2 April 2002. Continue reading “Komite Sekolah”