Anak Berkelainan Akademik

Anak Berkelainan Akademik

Suparno

Pada   bagian    ini    akan   mengantarkan    saudara   untuk    memahami karakateristik anak berkebutuhan khusus yang mengalami kelainan akademik, yaitu anak berbakat, dan anak berkesulitan belajar. Untuk itu saudara diharapkan dapat mencermatinya dengan baik, dan membaca referensi yang relevan dengan kajian materi ini. Usai mengikuti pembahasan subunit ini saudara diharapkan dapat menjelaskan KLASIFIKASI anak berkebutuhan khusus yang mengalami kelainan akademik.

Klasifikasi Anak Berbakat

Ilustrasi

Pada suatu sekolah yang termasuk unggulan di suatu kota, diberitakan adanya seorang anak yang mendapat juara pada lomba bidang sains terentu, sedang di sekolah lainnya ditengarai adanya anak yang meloncat kelas karena dianggap telah dapat menguasai materi-materi yang diberikan secara lebih cepat. Tetapi ternyata tingkat kecepatan penguasaan  materi  pelajaran  masing-masing  anak  tersebut  berbeda,  demikian  pula mengenai bidang yang khusus yang menjadi interesnya juga berbeda, apakah semua anak tersebut termasuk anak berbakat, dan apakah keberbakatan tersebut juga berbeda-beda. Hal inilah yang selalu menjadi perhatian guru di sekolah lainnya.

Anak berbakat dalam konteks ini adalah anak-anak yang mengalami kelainan intelektual di atas rata-rata. Berkenaan dengan kemampuan intelektual ini Cony Semiawan (1997:24) mengemukakan, bahwa diperkirakan satu persen dari populasi total penduduk Indonesia yang rentangan IQ sekitar 137 ke atas, merupakan manusia berbakat tinggi (highly gifted), sedangkan mereka yang rentangannya berkisar 120-137 yaitu yang mencakup rentangan 10 persen di bawah yang satu persen itu disebut moderately gifted. Mereka semua memiliki talen akademik (academic talented) atau keberbakatan intelektual.

Beberapa klasifikasi yang menonjol dari anak-anak berbakat  umumnya hanya dilihat dari tingkat inteligensinya, berdasarkan standar Stanford Binet, yaitu meliputi :

1.kategori rata-rata tinggi , dengan tingkat kapasitas intentelektual (IQ): 110-119

2.kategori superior, dengan tingkat kapasitas intelektual (IQ) :120-139, dan

3.kategori sangat superior, dengan tingkat intelektual (IQ) :140-169

Ketiga  klasifikasi  tersebut,  sebenarnya  yang  masuk  kategori  anak berbakat dalam kontek pendidikan anak berkebutuhan khusus di sini.

Klasifikasi Anak Berkesulitan Belajar

Ilustrasi

Ada  beberapa  anak  yang  seringkali  mendapatkan nilai  yang  jelek,  tidak  dapat menguasai materi pelajaran dengan baik, bahkan untuk materi-materi yang mendasar seperti membaca, menulis, berhitung. Ada anak yang samasekali tidak dapat membedakan bentuk tulisan atau bunyi ucapan, hanya saja mereka terkadang tidak mengalami hambatan dalam hal-hal yang lainnya. Ada pula anak yang mengali kesulitan matematika penalaran, padahal soal hitungan mereka tidak mengalami permasalahan sama sekali. Anak-anak tersebut ternyata memiliki permasalah yang berbeda-beda.

Berkesulitan belajar merupakan salah satu jenis anak berkebutuhan khusus yang ditandai dengan adanya kesulitan untuk mencapai standar kompetensi (prestasi) yang telah ditentukan dengan mengikuti pembelajaran konvensional. Learning disability merupakan suatu istilah yang mewadahi berbagai jenis kesulitan yang dialami anak terutama yang berkaitan dengan masalah akademis.

Adapun klasifikasi anak berkesulitan belajar spesifik yang merupakan jenis kelainan unik tidak ada kesamaan antara penderita satu dengan lainnya. Untuk mengklasifikasikan anak berkesulitan belajar spesifik dapat dilakukan berdasar pada tingkat usia dan juga jenis kesulitannya, yaitu:

  1. Kesulitan Berlajar Perkembangan

Pengelompokkan kesulitan belajar pada anak usia di bawah 5 tahun (balita) adalah kesulitan belajar perkembangan, hal ini dikarenakan anak balita belum belajar secara akademis, tetapi belajar dalam proses kematangan prasyarat akademis, seperti kematangan persepsi visual- auditory, wicara, daya deferensiasi, kemampuan sensory-motor dsb.

  1. Kesulitan Belajar Akademik

Anak-anak usia sekolah yaitu usia di atas 6 tahun masuk dalam kelompok kesulitan belajar akademik, disebabkan karena kesulitan belajar akademik anak-anak ini mengalami kesulitan bidang akademik di sekolah yang sangat spesifik yaitu kesulitan dalam satu jenis/bidang akademik    seperti     berhitung/matematika     (diskalkulia),     kesulitan membaca  (disleksia), kesulitan menulis (disgraphia),  kesulitan berbahasa (disphasia), kesulitan/tidak terampil (dispraksia), dsb.

Untuk lebih jelasnya hubungan antara kesulian belajar perkembangan dengan kesulitan akademik dapat dijelaskan sebagai berikut:

Learning Disabilities

Attention disorder

Developmental LD

Types of Learning Disabilities (Kirk: 187)

Memory disorder

Perceptual and

perceptual-motor disorder

Thinking disorder

Language disorder

Academic Learning Disabilities

Reading disabilities

Spelling & written expression disabilities

Handwriting disabilities

Arithmetic disabilities

Sumber, Kirk, SA (1989:187)

Ada  klasifikasi  lain  yang  berdasarkan  dari  jenis  gangguan  atau kesulitan yang dialami anak yaitu:

  • Dispraksia, merupakan   gangguan   pada   keterampilan   motorik,   anak terlihat  kurang  terampil  dalam  melakukan  aktivitas  motorik.  Seperti sering  menjatuhkan  benda  yang  dipegang,  sering  memecahkan  gelas kalau minum.
  • Disgraphia, kesulitan dalam menulis ada yang memang karena gangguan pada motoris sehingga tulisanya sulit untuk dibaca orang lain, ada yang sangat lambat aktibitas motoriknya, dan juga adanya hambatan pada ideo motorik sehingga  sering  salah  atau  tidak  sesuai  apa  yang  dikatakan dengan yang ditulis.
  • Diskalkulia, adalah kesulitan dalam menghitung dan matematika hal ini sering dikarenakan adanya gangguan pada memori dan logika.
  • Disleksia, merupakan  kesulitan  membaca  baik  membaca  permulaan maupun pemahaman.
  • Disphasia, kesulitan berbahasa dimana anak sering melakukan kesalahan dalam berkomunikasi baik menggunakan tulis maupun lisan.
  • Body awarness, anak tidak memiliki akan kesadaran tubuh sering salah prediksi pada aktivitas gerak mobilitas seperti sering menabrak bila berjalan.

Rangkuman

Anak-anak    berkebutuhan    khusus,    yang    mengalami     berkelainan akademik dalam konteks ini   mencakup anak-anak berbakat dan anak-anak yang mengalami kesulitan belajar khusus. Derajat kelainan masing-masing jenis anak berkebutuhan khusus  tersebut juga sangat beragam, dari kategori ringan sampai yang berat, namun secara umum dapat dilihat klasifikasi secara umum maupun klasifikasi secara khusus.

Secara  umum      anak  berbakat  diklasifikasan  berdasarkan  standar Stanford Binet, yaitu meliputi, (1)  kategori rata-rata tinggi , dengan tingkat kapasitas intentelektual (IQ): 110-119, (2)  kategori superior, dengan tingkat kapasitas intelektual (IQ) :120-139, dan (3) kategori sangat superior, dengan tingkat intelektual (IQ) :140-169

Untuk   anak   berkesulitan   belajar   spesifik,   secara   umum       dapat diklasifikasikan menjadi; (1) Kesulitan  Berlajar Perkembangan. Pengelompokkan kesulitan belajar pada anak usia di bawah 5 tahun (balita) adalah kesulitan belajar perkembangan, hal ini dikarenakan anak balita belum belajar secara akademis, tetapi belajar dalam proses kematangan prasyarat akademis,   seperti    kematangan persepsi visual-auditory, wicara, daya deferensiasi, kemampuan sensory-motor dsb., dan (2) Kesulitan Belajar Akademik, Anak-anak usia sekolah yaitu usia di atas 6 tahun masuk dalam kelompok kesulitan belajar akademik, disebabkan karena kesulitan belajar akademik anak-anak ini mengalami kesulitan bidang akademik di sekolah yang sangat spesifik yaitu kesulitan dalam satu jenis/bidang akademik seperti berhitung/matematika (diskalkulia), kesulitan membaca (disleksia), kesulitan menulis (disgraphia), kesulitan berbahasa (disphasia), kesulitan/tidak terampil (dispraksia), dsb.

Selain klasifikasi yang telah disebutkan tersebut, sebenarnya masih banyak klasifikasi lain berdasarkan konsep dan kepentingannya masing- masing. Termasuk di dalamnya adalah klasifikasi untuk anak berkesulitan belajar khusus, berdasarkan gangguan atau jenis kesulitan yang dialami.

Baca Juga:

KLASIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Anak-anak Berkelainan Fisik

Anak Berkelainan Mental Emosional

Anak Berkelainan Akademik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *