Media Pembelajaran

Media Pembelajaran

Zahra A

Sebagai  salah  satu  komponen  pembelajaran,  media  tidak  bisa luput  dari pembahasan  sistem  pembelajaran  secara  menyeluruh. Pemanfaatan  media seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian guru dalam setiap kegiatan pembelajaran yang diawali dengan penyusunan rancangan pembelajaran. Namun kenyataannya,  belum  semua  guru  merancang  dan  memanfaatkan itu. Alasannya bermacam-macam, sulit mencari media yang tepat, tidak tersedia biaya, tidak memiliki waktu untuk merancangnya, dan lain-lain. Hal tersebut sebenarnya tidak  perlu  terjadi  jika  guru sudah  membekali  diri  dengan  pengetahuan  dan keterampilan dalam hal media pembelajaran.

Melalui pembacaan, pengkajian (individu dan atau kelompok), dan pemahaman materi Subunit 1 ini, Saudara diharapkan memiliki:

  1. pengetahuan dan  pemahaman  mengenai  konsep,  fungsi,  dan  jenis  media pembelajaran;
  2. dapat memilih  dan  menentukan  media  pembelajaran  yang  tepat  untuk  suatu kegiatan pembelajaran.

Untuk  memperoleh  kompetensi  tersebut,  dalam subunit  1  ini  bertutur-turut akan dipaparakan mengenai:

  1. pengertian media pembelajaran;
  2. fungsi media pembelajaran;
  3. jenis media pembelajaran; dan
  4. pemilihan dan pemanfaatan media pembelajaran.

Silakan Saudara membaca isi bagian ini sampai tuntas. Saudara dapat mengkaji isi modul ini secara individu atau kelompok dengan memanfaatkan CAI dan rekaman video yang disediakan. Pelajari dan ikuti semua kegiatannya, kerjakan latihan sesuai dengan pemahaman Saudara, lakukan refleksi terhadap tugas yang sudah dikerjakan. Selanjutnya baca rangkuman untuk memantapkan pemahaman Saudara. Terakhir kerjakan                   tes  formatif  dan  lakukan  umpan  balik  untuk  mengetahui/menjajaki kemampuan Saudara—apakah Saudara berhak melanjutkan ke unit berikutnya atau harus mengulang lagi.

Selamat beraktivitas, semoga Saudara sukses.

  1. Pengertian Media Pembelajaran

Secara etimologi kata ’media’ berasal dari bahasa Latin, ’medium’, artinya perantara atau pengantar. Secara umum media diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber kepada penerima.                                                                                        Istilah media sangat populer dalam bidang komunikasi. Proses pembelajaran pada dasarnya juga termasuk di dalamnya karena dalam proses tersebut ada komunikan, komunikator, dan media komunikasi.

Ada berbagai pendapat ahli mengenai media pembelajaran. Gagne dan Briggs (dikutip Arsyad, 2002) menyatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang antara lain terdiri atas: buku, tape recorder, film, foto, grafik, kaset, video kamera, televisi, komputer, dan lain-lain. Jadi, media adalah komponen sumber belajar atau peralatan fisik yang mengandung materi pembelajaran di lingkungan yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Adapun menurut AECT (Assosiation of Education and Communiacation  Technology),  1977,          menyebutkan  bahwa  media  adalah  segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Sejalan dengan itu, menurut NEA (National Education Association), media adalah segala  benda  yang  dimanipulasikan,  dilihat,  didengar,  dibaca,  atau  dibicarakan beserta instrumen yang digunakan untuk kegiatan taersebut

Dalam Depdiknas (2003) dinyatakan bahwa media pembelajaran adalah media pendidikan yang secara khusus digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu yang sudah dirumuskan. Lebih lanjut dinyatakan bahwa alat peraga adalah benda/alat yang digunakan untuk memperagakan fakta, konsep, prinsip atau prosedur tertentu  agar  tampak  lebih  nyata/konkrit.  Alat  bantu  adalah  alat/benda  yang digunakan guru untuk mempermudah tugas dalam mengajar sama halnya dengan AVA (audio visual aids). Ketiga istilah tersebut termasuk dalam pengertian media pembelajaran. Bagaimana kaitan media pembelajaran dengan sumber belajar? Masih dalam Depdiknas (2003) diungkapkan bahwa sumber belajar memiliki cakupan yang lebih luas daripada media pembelajaran. Sumber belajar bisa berupa pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan latar/lingkungan. Sedangkan media adalah alat (perangkat keras/hardware) dan bahan (software) belajar tersebut. Transparansi, program kaset audio,  dan  program  video  merupakan  contoh  bahan  belajar,  yang  hanya  bisa disajikan bila ada alat, seperti: OHP, radio kaset, video player. Jadi, salah satu atau kombinasi perangkat lunak dan perangkat keras bersama-sama dinamakan media. Berdasarkan beberapa batasan pengertian media, dapat dikemukakan bahwa media pemhelajaran adalah sarana komunikasi dalam proses belajar-mengajar yang berupa perangkat keras maupun perangkat lunak yang digunakan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Dari berbagai pendapat ahli, pengertian secara etimologi, dan pengalaman Saudara, silakan Saudara berdiskusi dengan teman di sebelah Saudara, rumuskan pengertian  media  pembelajaran;  perbedaannya  dengan  media  pendidikan,  dan sumber belajar.

  1. Fungsi Media Pembelajaran

Secara umum, fungsi media adalah sebagai penyalur  pesan. Dalam proses pembelajaran,  fungsi media   adalah memperlancar  interaksi  antara guru dengan siswa  sehingga   kegiatan   pembelajaran   akan  lebih  efektif   dan  efisien   serta hasilnya  lebih  baik. Dalam proses belajar-mengajar, media memiliki fungsi yang sangat  penting.  Enoch  (1992)  mengemukakan  bahwa  penggunaan  media  dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan rasa ingin tahu dan minat, membangkitkan motivasi dan rangsangan dalam proses belajar-mengajar, serta dapat mempengaruhi psikologis siswa. Penggunaan media juga dapat membantu siswa dalam   meningkatkan  pemahaman,  menyajikan   materi/data dengan    menarik, memudahkan   menafsirkan    data,   dan   memadatkan   informasi.    Dalam proses pembelajaran,   media   memiliki   fungsi   yang   sangat   penting,   yaitu   sebagai penyalur pesan. Secara lebih khusus, Kemp dan Dayton (1985) mengidentifikasi beberapa manfaat media dalam pembelajaran, yaitu:

  1. Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan

Dengan  bantuan  media,  penafsiran  yang  beragam  dapat  dihindari  sehingga dapat disampaikan kepada siswa secara seragam, mengurangi terjadinya kesenjangan    informasi             diantara            siswa.                          Misalnya,     guru           mengajarkan perbedaan  paragraf  deskriptif  dan  deduktif.  Dengan  menggunakan   media berupa  contoh  paragraf  deskriptif  dan paragraf  deduktif  yang dibuat  dalam carta disertai  dengan  tanda-tanda  yang membedakan  keduanya,  maka setiap siswa akan mendapat kesan yang tidak jauh berbeda.

  1. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik

Dengan media, materi sajian bisa membangkitkan  rasa keingintahuan  siswa, merangsang  siswa bereaksi baik secara fisik maupun emosional.  media dapat membantu guru untuk menciptakan susana belajar menjadi lebih hidup, tidak monoton, dan tidak membosankan. Materi pelajaran yang dikemas melalui program media,  akan  lebih  jelas,  lengkap,  menarik  minat  siswa.  Misalnya, guru   mau   mengajarkan    cara   membaca   puisi   yang   baik.   Guru  dapat memanfaatkan  media  berupa  kaset  (dan  tape recorder)  atau rekaman  video (VCD)           berisi                rekaman                  pembacaan puisi     oleh     model,     siswa     diminta memperhatikan pembacaan tersebut, memberi komentar, selanjutnya siswa bergantian membacakan puisi.

  1. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif

Jika dipilih dan dirancang secara baik, media dapat rnembantu guru dan siswa me1akukan komunikasi dua arah secara aktif selama proses pembelajaran. Tanpa media, seorang guru mungkin akan cenderung berbicara satu arah kepada siswa. Namun, dengan media guru dapat mengatur kelas sehingga bukan hanya guru sendiri      yang   aktif     tetapi juga             siswanya.   Misalnya      dalam  pembelajaran keterampilan  berbicara,  guru  dapat  memanfaatkan  media  rekaman  kaset  atai video   berbagai   kegiatan   diskusi,   debat,   seminar,   simposium,   konferensi, berpidato dari berbagai aktivitas nyata, rekaman tersebut diperlihatkan kepada siswa untuk diperhatikan dan komentari, setelah itu siswa diminta melakukannya sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.

  1. Pemakaian waktu dan tenaga lebih efisien

Dengan media, tujuan belajar akan lebih mudah tercapai secara maksimal dengan waktu dan tenaga seminimal mungkin. Dengan media, guru tidak harus menjefaskan materi ajaran secara berulang-ulang, sebab hanya dengan sekali sajian menggunakan media, siswa akan lebih mudah memahami pelajaran.

  1. Kualitas hasil belajar siswa meningkat

Penggunaan  media  bukan  hanya  membuat  proses  pembelajaran  lebih  efisien, tetapi juga membantu siswa menyerap materi belajar lebih mendalam dan utuh. Jika       hanya  dengan  mendengarkan  informasi  verbal  dari  guru  saja,  siswa mungkin  kurang memahami pelajaran secara baik. Namun, jika hal itu diperkaya dengan kegiatan melihat, menyentuh, merasakan atau mengalami sendiri melalui media,  maka  pemahaman  siswa  pasti  akan  lebih  baik.  Oleh  karena itu, penggunaan media pembelajaran sebaiknya dapat dimanipulkasi/dimanfaatkan oleh siswa bukan hanya oleh guru.

  1. Proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja

Media memungkinkan pembelajaran dapat dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara lebih leluasa, kapan pun dan di mana pun. tanpa tergantung pada keberadaan seorang guru. Program-program pembelajaran audio visual, termasuk program pembelajaran menggunakan komputer,  memungkinkan  siswa  dapat  melakukan  kegiatan  belajar  secara mandiri. tanpa terikat oleh waktu dan tempat, seperti yang Saudara alami sekarang, Saudara belajar dengan memanfaatkan komputer dan video.

  1. Menumbuhkan sikap positif siswa terhadap proses belajar

Dengan media, proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari sendiri sumber- sumber ilmu pengetahuan. Kebisaan siswa untuk belajar dari berbagai sumber tersebut, dapat menanamkan sikap kepada siswa untuk senantiasa berinisiatif mencari berbagai sumber belajar yang diperlukan.

  1. Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif

Dengan memanfaatkan media secara baik, seorang guru bukan lagi menjadi satu- satunya sumber belajar bagi siswa. Seorang guru tidak perlu menjelaskan seluruh materi pelajaran, karena bisa berbagi peran dengan media. Dengan demikian, guru akan lebih banyak memiliki waktu untuk memberi perhatian kepada  aspek- aspek edukatif lainnya, seperti membantu kesulitan belajar siswa, pembentukan kepribadian, atau memotivasi siswa.

Saudara, melengkapi pendapat di atas, Hafni (1985) menjelaskan bahwa fungsi media pembelajaran, khususnya media audio-visual, bukan saja sekedar menyalurkan pesan, melainkan juga membantu menyederhanakan proses penerimaan pesan yang sulit sehingga proses komunikasi menjadi lancar tanpa distorsi. Selain itu, Kaufman (1972) berpendapat bahwa media pembelajaran, khususnya media visual memiliki empat fungsi, yaitu fungsi atensi, fungsi afektif, fungsi kognitif, dan fungsi kompensatoris.  Fungsi  atensi  adalah  dapat  menarik  atau.  mengarahkan  perhatian siswa agar berkonsentrasi pada isi pembelajaran yang terkandung dalam media visual tersebut. Fungsi afektif yaitu dapat digunakan untuk menciptakan rasa senang atau kenikmatan  siswa  terhadap  isi  pembelajaran.  Fungsi  kognitif  adalah dapat mempermudah  siswa  dalam  memahami  pesan  atau  informasi  yang  disampaikan dalam         pembelajaran.    Sementara             itu,                     fungsi           kompensatoris                           adalah        dapat mengakomodasi siswa yang lemah dalam menerima isi pembelajaran.

Diskusikan dengan pasangan Saudara: manfaat media, dapat dilihat secara umum dan secara khusus, dapat juga Saudara ramu dari pendapat para ahli. Bagaimana  pendapat              kelompok           Saudara                      mengenai    fungsi/manfaat              media pembelajaran Bahasa Indonesia yang Saudara rancang/gunakan?

  1. Jenis Media Pembelajaran

Ada berbagai penggolongan media. Gerlach (1971) mengklasifikasikan jenis media berdasarkan teknologi yang digunakan, yaitu: media tradisional dan media dengan teknologi mutakhir. Media tradisonal meliputi (1) media visual diam yang diproyeksikan, contohnya: proyeksi tak tembus pandang. proyeksi overhead, slides, dan filmstrips, (2) media visual yang tak diproyeksikan, contohnya: gambar, poster, foto, charts, grafik, diagram, papan info, dan papan bulu, (3) Audio, contohnya: radio, piringan hitam, dan tape recorder, (4) multimedia, contohnya: tape recorder dan multi-image, (5) visual yang diproyeksikan, contohnya: film, televisi, dan video, (6) media cetak, contohnya: buku teks, modul, workbook, majalah, dan hand out, (7) pemainan, misalnya: teka-teki dan simulasi, dan (8) realita, contohnya: model, manipulatif seperti boneka dan peta. Media dengan teknologi mutakhir meliputi dua jenis. Pertama, media berbasis telekomunikasi, contohnya teleconference dan kuliah jarak jauh. Kedua, media berbasis mikroprosesor, contohnya: computer-assisted instruction, permainan, sistem tutor intelejen, interaktif, hipermedia, compact (video) disc.

Atmohoetomo (dalam Ruhani, 1997) membagi media pembelajaran menjadi tiga jenis, yaitu: media audio, media visual, dan media audio visual. Media audio.meliputi: radio, piringan hitam, dan tape recorder. Media visual dibagi menjadi dua kelompok. Pertama, media yang penampilannya perlu diproyeksikan. Yang tergolong dalam media ini adalah (a) slide dan film bisu, (b) film strip/loop, (c) overhead proyector, dan (d) epidiascop. Kedua, media yang penampilannya tidak perlu diproyeksikan. Yang tergolong dalam kelompok ini adalah (a) wall sheets, contohnya:  peta,  chart,  diagram,  dan  poster,  (b)  model,  contohnya:  mook  up, miniatur, dan maket, dan (c) objek, contohnya: speciment (hebarium-aquarium- insektarium). Sementara itu, media audio-visual meliputi: televisi, radio vision/video, film (bicara), dan sound slides.

Saudara, bila kita kaji berbagai literatur, ada banyak pendapat lagi mengenai penggolongan media. Namun, yang penting media yang kita pilih/gunakan harus sesuai dengan tujuan dan materi pembelajaran.

Pembelajaran bahasa Indonesia selain untuk meningkatkan keterampilan berbahasa, juga meningkatkan kemampuan berpikir dan bernalar serta kemampuan memperluas wawasan. Selain itu, juga diarahkan untuk mempertajam kepekaan perasaan siswa. Siswa tidak hanya diharapkan mampu memahami informasi yang disampaikan secara lugas atau langsung, tetapi juga yang disampaikan secara terselubung atau tak langsung.

Kompetensi dasar yang ingin dicapai dalam pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar adalah mencakup aspek mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, sastra, dan kebahasaan. Untuk memperlancar pencapaian kompetensi tersebut, diperlukan media yang sesuai. Media tersebut banyak ragamnya, antara lain: gambar, sketsa,  gambar  grafis,  chart,  bagan,  tabel,  grafik,  tape recorder,  dan  overhead proyektor yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran bahasa Indonesia.

  1. Gambar

Gambar yang digunakan sebagai media dapat berupa gambar jadi, misalnya gambar dari majalah, booklet, brosur, selebaran, dan lain-laill, dapat pula gambar garis atau sketsa/stick figure dan strip story. Misalnya, guru akan mengajarkan mengarang dengan memanfaatkan gambar. Siswa membuat karangan berdasarkan gambar yang dilihatnya (bisa gambar tunggal atau berseri).

  1. Chart

Chart/peta dan bagan sering terdapat dalam buku-buku pelajaran. Chart selain dapat digunakan untuk mengelompokkan objek, peristiwa, atau spesies, juga dapat digunakan untuk hubungan kronologi peristiwa-peristiwa yang terjadi. Misalnya guru mau mengajarkan penjenisan kalimat berdasarkan hasil karangan siswa, berabagai jenis kalimat yang ditemukan tersebut dapat dimuat dalam carta.

  1. Bagan

Bagan   dapat   dibuat    secara    vertikal/maupun    horisontal.    Bagan    secara vertikal/bagan                             pohon  bisanya  digunakan                   untuk      menunjukkan     rantai komando/perintah dalam suatu organisasi. Sedangkan bagan secara horisontal/bagan alir  yang  biasa  disebut  bagan  alir  digunakan  untuk  menunjukkan  urutan  sebuah proses dan prosedur. Misalnya guru mau mengajarkan proses penyusunan suatu karangan dari awal sampai akhir, dapat memanfaatkan bagan.

  1. Overhead Proyektor (OHP)

OHP merupakan media yang relatif sederhana. OHP terdiri atas dua bagian yaitu hardware (berupa overhead) dan software (transparan projector). Sekarang OHP sudah disediakan di sekolah, guru dapat memanfaatkannya untuk berbagai tujuan materi yang sesuai. Berikut hal-hal yang perlu diperhatian dalam penggunaan OHP-transparan:

1)  tegangan listrik harus sesuai dengan peralatannya.

2)  letak posisi transparan harus benar.

3)  tombol  pengatur  fokus  harus  diatur  sedemikian  rupa  sehingga  gambar  yang diproyeksikan bisa dilihat dengan jelas.

4)  tulisan  pada  OHT  harus  jelas  dan  dapat  menggunakan  spidol  warna  yang bervariasi (maksimal 4 warna)

  1. Tape Recorder

Tape Recorder merupakan salah satu media audio elektronik yang terdiri atas hardware (tape recorder) dan software. (kaset yang berisi pesan) Tape recorder ini sangat              cocok          untuk   pembelajaran              mcnyimak.         Bukan               berarti            pembelajaran kemampuan yang lain seperti berbicara, mcnulis, sastra, dan kebahasaan tidak bisa menggunakan media ini.

Saudara, di sekolah mungkin Saudara dapat memanfaatkan berbagai media tersebut (OHP masih termasuk barang langka). Namun, Saudara sekarang sudah sangat canggih, belajar tidak hanya menggunakan modul, tapi juga menggunakan komputaer dengan internet, CAI, dan video.

Saudara,  selain  yang  diuraikan  di  atas,  ada  lagi  pengelompokan media dilakukan Anderson.  Dalam buku Media Pembelajaran (Depdiknas, 2003: 21—22) dinyatakan  bahwa  Anderson  telah  membagi  10  golongan  media,  yaitu  sebagai berikut.

 

 

No.

 

 

Golongan Media

Contoh dalam Pembelajaran

Bahasa Indonesia

 

1.

 

Audio

 

Kaset audio, siaran radio, CD, telepon, dll.

 

2.

 

Cetak

 

Buku   pelajaran,   modul,   brosur,   gambar, kliping, dll.

 

3.

 

Audio-cetak

 

Kaset audio yang dilengkapi bahan tulis, dll.

 

4.

 

Proyeksi visual diam

 

Overhead transfaransi (OHT), film bingkai, …

 

5.

 

Proyeksi audio visual diam

 

Film bingkai (slide) bersuara, dll.

 

6.

 

Visual gerak

 

Film bisu

 

7.

 

Audio visual gerak

 

Film gerak bersuara, CD, televisi, dll.

 

8.

 

Objek fisik

 

Benda nyata, model, spesimen

 

9.

 

Manusia dan lingkungan

 

Guru, pustakawan, laboran/nara sumber, dll.

 

10.

 

Komputer

 

CAI   (pembelajaran   berbantuan   komputer)

dan CBI (pembelajaran berbasis komputer)

Sepuluh penggolongan media yang dikemukan oleh Anderson tersebut dapat Saudara manfaatkan untuk merancang  pembelajaran Bahasa Indonesia. Media yang terakhir sudah dapat Saudara nikmati dalam perkuliahan yang Saudara ikuti.

  1. Pengembangan Media Pengajaran Bahasa Indonesia

Penggunaan media dimaksudkan agar proses belajar-mengajar berjalan secara efektif. Untuk itu sangat tidak tepat dan ironis apabila terjadi kasus proses belajar- mengajar tidak lancar atau terhambat yang disebabkan oleh penggunaan media. Agar tidak  terjadi  kasus  yang  demikian,  dalam  memilih  dan  menggunakan  media diperlukan perencanaan secara matang.

Saudara, perlu diingat bahwa untuk   merencanakan suatu media ada enam kegiatan yang harus diperhatikan/dilakukan, yaitu:                         (1) menganalisis karakteristik siswa (jenjang sekolah, kemampuan, latar belakang budaya, dan sosial ekonomi); (2) merumuskan tujuan pembelajaran, yaitu kemampuan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses belajar-mengajar berlangsung; (3) memilih atau memodifikasi media yang akan digunakan. Pemilihan dan pemodifikasian media ini terkait dengan media yang sudah tersedia dapat digunakan untuk mencapai tujuan, dapat membangkitkan minat siswa, rnemiliki ketepatan inforrnasi, memiliki kualias yang baik, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif; (4) menggunakan materi dan media. Kegiatan ini terkait dengan prosedur penggunaan media yang telah ditetapkan, waktu yang dibutuhkan, fasilitas yang diperlukan, serta penataan ruang; (5) meminta respon siswa yang berkaitan dengan media yang akan digunakan; dan (6) mengevaluasi tanggapan siswa.

Hafni (1985) mengemukakan bahwa media yang akan dipilih hendaknya memiliki karakteristik berikut.

  1. Relevan dengan tujuan

Media yang dipilih/dirancang untuk digunakan dalam suatu pembelajaran harus sesuai/relevan dengan tujuan yang ingin dicapai.

  1. Sederhana

Media yang digunakan hendaknya bisa menyederhanakan hal-hal yang ruwet atau sulit serta bisa merangkum penjeIasan yang bertele-tele sehingga siswa mudah memahami pesan yang ada daIam media tersebut.

  1. Esensial

Sering terjadi kasus dalam suatu ruang yang besar yang dipenuhi oJeh siswa, guru  hanya  mengandalnakan  suara  dalam  ceramahnya.  Akan  tetapi,  suara tersebut  tidak  dapat  didengar  oleh  seluruh  siswa.  Akibatnya  suasana  kelas menjadi gaduh dan proses belajar-mengajar menjadi kacau serta tidak efektif. Dalam  kondisi  yang  demikian,  barangkali  OHP  dan  pengeras  Suara  dapat menjadi media yang esensial.

  1. Menarik dan Menantang

Apabila dalam proses belajar-mengajar guru selalu memilih dan menggunakan media yang sama, siswa bisa menjadi bosan. Untuk itu dalam proses belajar- mengajar media yang digunakan hendaknya variatif sehingga dapat menarik perhatian dan menimbulkan tantangan bagi siswa.

Saudara, sebagai pengajar, khususnya guru Bahasa Indonesia hendaknya dapat mempertimbangkan beberapa pertanyaan di bawah ini, barangkali dapat membantu dalam memilih media.

1)  Apakah bahan-bahan sudah tersedia, dan apakah mutunya baik?

2)  Apakah biaya persiapan dan pengadaannya terjangkau/tidak terlalu tinggi?

3)  Apakah memerlukan biaya untuk reproduksi?

4)  Berapa lama waktu dibutuhkan untuk persiapan?

5)  Syarat-syarat    apa    yang   dibutuhkan    untuk      tiap-tiap    peralatan,    fasilitas, keterampilan teknis, dan pelayanan?

6)  Apakah tidak ada lagi media (peralatan) yang lebih sederhana dan mudah dibawa oleh  siswa (portable)?

7)  Apakah tidak menimbulkan banyak masalah di dalam memilih media itu? Contoh pemilihan media pembelajaran Bahasa Indonesia:

 

No.

 

Kompetensi dasar

 

Media yang dapat digunakan

 

1.

 

Memahami karya sastra

 

Tape recorder + vita cassete/VCD + CD: berisi rekaman   pembacaan   puisi,   cerpen,   atau pentas drama; carta/OHP + OHT berisi contoh puisi, cerpen, atau kerangka analisis; kliping hasil karya sastra;  dll.

 

2.

 

Menulis karya ilmiah

 

Kliping    tulisan     dari    media     cetak     atau elektronik; OHP/carta; jurnal; majalah dinding; dll.

 

3.

 

Membaca pemahaman

 

Kliping;  carta;  OHP;  tape  recorder  +  caset berisi  rekeman pembacaan teks, pidato, atau pembicaraan yang dapat disimak oleh siswa.

Latihan

Untuk   membantu   Saudara   memahami   isi   modul   ini,   silakan   Saudara berkelompok mengerjakan latihan berikut.

  1. Jelaskanlah pengertian media pembelajaran!
  2. Apakah perbedaan media pembelajaran dengan sumber belajar?
  3. Bagaimanakah cara memilih dan menentukan media dalam suatu pembelajaran?
  4. Bila Saudara akan mengajarkan keterampilan berpidato kepada siswa kelas V, media apa yang sebaiknya digunakan?

Pedoman Jawaban Latihan

  1. Ada banyak pendapat ahli. Silakan Saudara meramu dari pendapat-pendapat tersebut, atau Saudara membuat definisi sendiri.
  2. Saudara dapat mengkajinya pada bagian “Pengertian media pembelajaran”.
  3. Saudara dapat menelusuri bagian “Pengembangan media pembelajaran”
  4. Tape recorder + cassete berisi rekaman orang berpidato, atau menggunakan model guru/siswa memberikan contoh berpidato di depan kelas. (jawaban lain yang dapat diterima).

Rangkuman

Media  pembelajaran  adalah      sarana  komunikasi  dalam  proses belajar- mengajar yang berupa perangkat keras maupun perangkat lunak yang digunakan untuk mencapai tujuan secara efektif dan dan efisien.

Manfaat   media   dalam   pembelajaran,   yaitu:   a)   penyampaian materi pelajaran  dapat diseragamkan;  b) proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik; c) proses pembelajaran menjadi lebih interaktif; d) pemakaian waktu dan tenaga lebih efisien; e) meningkatkan kua!itas hasil belajar siswa; f) media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja; g) media  dapat  menumbuhkan  sikap  positif  siswa  terhadap                             proses  belajar;  h) mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif.; i) media dapat membuat materi pelajaran yang abstrak menjadi lebih konkrit; j) media juga dapat mengatasi kendala keterbatasan ruang dan waktu; k) media dapat membantu mengatasi keterbatasan indera manusia.; dan l) media juga dapat menyajikan objek pelajaran berupa benda atau peristiwa langka dan berbahaya ke dalam kelas.

Jenis media meliputi perangkat keras dan perangkat lunak. Pengembangan media harus memperhatikan beberapa hal agar memperoleh hasil yang maksimal

Test Formatif

Pilihlah satu jawaban yang Saudara anggap paling benar A, B, C, atau D.

  1. Media pembelajaran    meliputi    alat    yang    secara    fisik    digunakan    untuk menyampaikan isi materi pengajaran  yang antara lain terdiri atas: buku, tape recorder, film, foto, grafik, kaset,  video kamera, televisi, komputer. Kutipan tersebut merupakan pengertian media menurut….
  2. Gagne dan Bredd
  3. Arsyad
  4. Depdiknas
  5. Kemp
  1. Berikut ini merupakan fungsi media, kecuali….
  2. penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan
  3. proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik
  4. proses pembelajaran menjadi lebih interaktif
  5. pemakaian waktu dan tenaga lebih banyak
  1. Berikut ini contoh pemanfaatan media dengan menyajikan objek pelajaran berupa benda atau peristiwa langka dan berbahaya ke dalam kelas….
  2. pengajaran cara membaca puisi yang baik menggunakan pita kaset dan tape recorder.
  3. materi yang  membahas  rangkaian  peralatan  elektronik,  atau  mesin  dapat disampaikan melalui bagan skema yang sederhana.
  4. peristiwa terjadinya gerhana matahari total yang jarang sekali terjadi dapat disaksikan oleh siswa setiap saat melalui media rekaman
  5. menampilkan kliping contoh artikel yang ditulis dalam bentuk argumentasi.
  1. Menurut Levie dan Lentz media visual memiliki empat fungsi, yaitu….
  2. fungsi atensi, fungsi afektif, fungsi kognitif, dan fungsi kompensatoris.
  1. fungsi kognitif, fungsi afektif, fungsi psikomotor, dan fungsi  kompensatoris
  2. fungsi atensi, fungsi afektif, fungsi kognitif, dan fungsi psikomotor
  3. fungsi psikomotor, fungsi afektif, fungsi kognitif, dan fungsi kompensatoris.
  1. Materi  pelajaran   yang   dikemas   menggunakan/melalui   program   media, akan….
  2. lebih jelas,  menarik   minat  siswa.  membantu  guru  untuk  menciptakan susana belajar menjadi lebih hidup
  3. membantu guru  menciptakan  suasana  belajar  yang  disenangi  guru  dan suasana belajar menjadi hidup
  4. membantu siswa untuk selalu tersenyum. dan senang belajar bahasa Indonesia
  5. lebih jelas,  menarik,  dan  menciptakan  suasana  belajar  siswa  yang  penuh persaingan
  1. Berikut contoh media visual yang diproyeksikan, kecuali ….

A   slide dan film bisu B.  overhead proyector C.  film strip/loop

  1. charta.
  1. Kesulitan yang  biasa  dihadapi  dalam  pemilihan  media  pembelajaran  bahasa Indonesia, yaitu…
  1. ada banyak    macam    media,    sehingga    menimbulkan    keraguan    dalam menentukan pilihan
  2. semua guru  bahasa  Indonesia    mempunyai  pengalarnan  yang  luas  dalarn pemakaian media
  3. dalam pemilihan  media  tidak  ada  keharusan  atau  kemutlakan     walaupun sudah ada pedoman umumnya
  4. penyediaannya sering tidak memadai sehingga    pengajar mempergunakan media seadanya.
  1. Anderson menggolongkan media menjadi….
  2. 4 macam B. 3 macam C.  9 macam D.  10 macam
  1. Media pembelajaran  yang  akan  dipilih  harus  memiliki  karakteristik  berikut, kecuali….
  1. relevan dengan tujuan
  2. menarik dan menantang
  3. sederhana
  4. dibuat sendiri oleh guru
  1. Sebagai media pembelajaran  bahasa  Indonesia  yang  relatif  sederhana.  OHP terdiri atas….
  1. tiga bagian: perangkat lunak (plastik), perangkat keras (kaca), dan listrik
  2. empat bagian: listrik, kabel, kaca, dan plastik
  3. dua bagian: hardware (berupa overhead) dan software (transparan projector) D. beberapa bagian yang sulit dijelaskan

Tes Formatif 1

  1. B, sudah jelas
  2. D, sudah jelas
  3. C, sudah jelas
  4. A, sudah jelas
  5. A, sudah jelas
  6. D, sudah jelas
  7. B, sudah jelas
  8. D, sudah jelas
  9. C, sudah jelas
  10. C, sudah jelas

Baca Juga:

PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEKOLAH DASAR

Media Pembelajaran

Prinsip Pengembangan Desain Instruksional

Rencana Program Pembelajaran Bahasa Indonesia

 

2 thoughts on “Media Pembelajaran”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *