NILAI PADA RAPOR

A. Lingkup Penilaian

Penilaian yang harus dilakukan mencakup semua mata pelajaran dalam struktur kurikulum satuan pendidikan yang bersangkutan termasuk muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri. Selain itu penilaian juga dilakukan untuk akhlak dan kepribadian peserta didik.

B. Ketentuan Umum tentang Sumber dan Penghitungan Nilai Mata Pelajaran pada Rapor

  1. Sumber Nilai Rapor

Nilai  rapor  merupakan  kumulasi  dari  pencapaian  belajar  siswa yang diukur melalui ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester/ulangan kenaikan kelas dengan berbagai macam teknik dan instrumen penilaian yang relevan. Pencapaian belajar yang dimaksud meliputi penguasaan peserta didik dalam semua standar kompetensi (SK) pada masing-masing mata pelajaran. Dengan kata lain,  penilaian  dilakukan  untuk setiap kompetensi dasar (KD) pada semua SK pada masing-masing mata pelajaran melalui berbagai bentuk penilaian.

  1. Penghitungan nilai rapor

Nilai rapor merupakan rata-rata nilai ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester/ulangan kenaikan kelas. Pada dasarnya bobot masing-masing nilai ditetapkan oleh sekolah. Namun demikian, bobot ulangan harian disarankan sama atau lebih dari jumlah bobot ulangan tengah semester dan akhir semester. Berikut disajikan beberapa contoh pembobotan dan penghitungan nilai rapor.

Contoh 1
Bobot nilai Ulangan Harian, Ulangan Tengah Semester, dan Akhir
Semester bobotnya adalah: 2 : 1 : 1.
Nilai ulangan harian 1, 2, dan 3 = 60, 75, 65
Rata-rata ulangan harian = 66
Ulangan tengah semester = 55
Ulangan akhir semester = 65
Nilai rapor = {(2 x 66) + (1 x 55) + (1 x 65)} : 4
= (132 + 55 + 65) : 4
= 252 : 4
= 63
Contoh 2
Bobot nilai Ulangan Harian, Ulangan Tengah Semester, dan Akhir
Semester bobotnya adalah: 60% : 20% : 20%. Nilai ulangan harian 1, 2, dan 3 = 70, 75, 65
Rata-rata ulangan harian = 70
Ulangan tengah semester = 55
Ulangan akhir semester = 65
Nilai rapor = (60% x 70) + (20% x 55) + (20% x 65)
= 42 + 11 + 13
= 66
Contoh 3
Setiap Ulangan Harian, Ulangan Tengah Semester, dan Akhir
Semester diberi bobot sama.
Nilai ulangan harian 1, 2, dan 3 = 60, 75, 65
Ulangan tengah semester = 55
Ulangan akhir semester = 65
Nilai rapor = (60 + 75 + 65 + 55 + 65) : 5
= 320 : 5
= 64

Semua nilai mata pelajaran dinyatakan dengan angka skala 0 – 100. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus diberi pembelajaran dan penilaian remedial sehingga mencapai ketuntasan. Bila dalam waktu yang tersedia (hingga akhir semester) yang bersangkutan belum juga mencapai  KKM, pencapaian/nilai tertinggi yang ia peroleh yang dimasukkan ke dalam rapor.

C. Bagian-bagian dan Petunjuk Pengisian Rapor

Rapor memiliki beberapa bagian utama yang harus diisi, yaitu identitas, nilai mata pelajaran, kegiatan pengembangan diri, akhlak dan kepribadian, ketidakhadiran, tanda tangan, keputusan kenaikan kelas, pindah sekolah, dan catatan prestasi. Berikut adalah model format rapor semester 1 dan semester 2

Model Format Rapor Semester 1

Nama Sekolah :                        

Alamat           :                          Nama      :            Nomor Induk  :          

Kelas                   :                         

Semester              :                            Tahun Pelajaran  :        

No. Mata Pelajaran KKM*) Nilai Deskripsi  Kemajuan  Belajar
Angka Huruf
1 Pendidikan  Agama
2 Pendidikan  Kewarganegaraan
3 Bahasa   Indonesia
4 Bahasa Inggris
5 Matematika
6 Ilmu Pengetahuan Alam
7 Ilmu Pengetahuan Sosial
8 Seni Budaya
9 Pendidikan  Jasmani,  Olahraga,dan Kesehatan
10 Pilihan : **)a. Keterampilan

b. Teknologi  Informasi  dan Komunikasi

11 Mulok ***)a.                           

b.                           

Kegiatan Jenis Nilai Keterangan
 

Pengembangan Diri

1.
2.
3.

Akhlak dan Kepribadian                                                                                  Ketidakhadiran

Akhlak                  : Kepribadian      :

  1. 1. Sakit :                hari
  1. 2. Izin :                hari
  1. 3. Tanpa Keterangan :                hari

Mengetahui:

Orang Tua/Wali                                                      Wali Kelas

Download Model Format Rapor Semester 1

Model Format Rapor Semester 2

Nama Sekolah  :                       

Kelas                   :

Alamat            :                         

Semester             :

Nama              :                         

Tahun Pelajaran :

Nomor Induk   :                         

No. Ma ta  Pela ja ra n KKM*) Nilai Deskripsi Kema juan Belajar
Angka Huruf
1 Pendidikan Agama
2 Pendidikan Kewarganegaraan
3 Bahasa  Indonesia
4 Bahasa Inggris
5 Matematika
6 Ilmu Pengetahuan Alam
7 Ilmu Pengetahuan Sosial
8 Seni Budaya
9 Pendidikan Jasmani, Olahraga,dan  Kesehatan
10 Pilihan : **)a. Keterampilan

b. Teknologi Informasi dan

Komunikasi

11 Mulok ***)a.                                           

b.                                           

Ke giatan Je nis Nilai Ke te rangan
Pe nge mba nga n Diri 1.
2.
3.

Akhlak dan  Kepriba dian                                                                                         Ke tida kha diran

Akhlak                  :                                                           Kepribadian      :

  1. 1. Sakit :                hari
  1. 2. Izin :                hari
  1. 3. Tanpa Keterangan :                hari

Mengetahui:

Orang Tua/Wali,     Wali Kelas,

Keputusan

Berdasarkan hasil yang dicapai pada semester 1 dan 2, siswa ditetapkan

naik ke kelas            (                              )

tinggal di kelas         (                              )

                         ,                                  20    Kepala SMP                        

NIP

Download Model Format Rapor Semester 2

Berikut  ini  petunjuk  singkat  mengenai  bagian-bagian  tersebut beserta petunjuk pengisiannya.

1. Identitas

GAMBAR IDENTITAS

a. Nama Sekolah  diisi  dengan nama  sekolah, misalnya  SMP N  1 Bayat.

b. Alamat diisi dengan  alamat  sekolah  terdiri  atas  nama  jalan, nomor,  dan nama  kota (bila  berada  di  kota)      misalnya  Jl.  P. Mangkubumi No. 5 Yogyakarta, atau nama desa/kalurahan, kecamatan,   dan   kabupaten   bila   di    luar   kota,    misalnya Banyuripan, Bayat, Klaten.

c. Nama, diisi nama lengkap peserta didik, misalnya Raynatta Adi Priyana.

d. Nomor Induk, diisi dengan nomor induk peserta didik.

e. Kelas, diisi  dengan  tingkat/kelas  berapa  peserta  didik  berada, yaitu VII, VIII, atau IX.

f. Semester, diisi dengan semester yang dimaksud, yaitu 1 atau

g. Tahun Pelajaran, diisi dengan tahun pelajaran yang dimaksud, misalnya 2007/2008.

2. Nilai mata pelajaran

Bagian nilai mata pelajaran terdiri atas 4 (empat) kolom, yaitu kolom mata pelajaran, KKM, nilai angka dan huruf, dan deskripsi kemajuan belajar.

a. Kolom mata pelajaran

Kolom  ini  diisi  dengan  nama-nama  mata  pelajaran  sesuai dengan struktur kurikulum tingkat satuan pendidikan (sekolah) yang bersangkutan. Untuk muatan lokal, bila peserta didik menempuh muatan lokal wajib dan pilihan, keduanya ditulis.

b. Kolom KKM

Kolom   ini   diisi   dengan   KKM   dari   masing-masing   mata pelajaran. KKM dinyatakan dengan angka dengan rentangan 0 hingga 100. Bila  satuan pendidikan     yang    bersangkutan menetapkan  bahwa  KKM  mata  pelajaran bahasa  Inggris  65, maka pada kolom KKM mata pelajaran bahasa Inggris ditulis 65.

c. Kolom nilai angka dan huruf

Kolom  ini  diisi  dengan nilai  yang  dicapai  oleh  peserta  didik yang bersangkutan dalam bentuk 1 (satu) nilai untuk masing- masing mata pelajaran yang diikutinya. Bila seorang peserta didik  memperoleh  nilai  75  pada  mata pelajaran  matematika, pada kolom nilai angka matematika ditulis 75, dan pada kolom nilai huruf ditulis tujuh puluh lima. Nilai huruf dapat ditulis dalam  2  (baris).  Nilai  angka  dan  huruf  ditulis  dengan  tinta hitam, berapapun nilainya.

d. Kolom deskripsi kemajuan belajar

Kolom  ini  diisi  dengan  deskripsi  mengenai  seberapa  jauh peserta didik mencapai standar kompetensi-standar kompetensi pada masing-masing mata pelajaran yang ditempuhnya pada semester yang bersangkutan.

Deskripsi pencapaian standar kompetensi dapat menggunakan kata  belum tercapai  (untuk  yang  pencapaiannya  di  bawah KKM),   tercapai   (untuk yang   pencapaiannya   sama   dengan KKM), dan terlampaui (untuk yang pencapaiannya melampaui KKM). Misalnya sebuah mata pelajaran memiliki empat SK. Apabila  pencapaian  seorang  peserta didik untuk  SK  1  dan 2 melampaui KKM, untuk SK 3 sama dengan KKM, dan untuk SK 4 di bawah KKM, maka pada kolom Deskripsi Kemajuan Belajar dapat ditulis SK 1 dan 2 terlampaui, SK 3 tercapai, dan SK 4 belum tercapai.

3. Kegiatan pengembangan diri

Bagian  Kegiatan  Pengembangan  Diri  memiliki  tiga  kolom,  yaitu kolom jenis, nilai, dan keterangan.

a. Kolom jenis

Kolom ini diisi dengan nama kegiatan pengembangan diri yang diikuti oleh peserta didik, misalnya Pramuka, PMR, KIR, jurnalistik, olahraga (bulu tangkis, catur, dsb.). Apabila peserta didik mengikuti lebih dari satu jenis kegiatan pengembangan diri, maksimal tiga terbaik yang dimasukkan.

b. Kolom nilai

Kolom  ini  diisi  dengan nilai  yang  dicapai  oleh  peserta  didik yang dinyatakan secara kualitatif dengan nilai A (sangat baik), B (baik), C (cukup), D (kurang), atau E (sangat kurang).

c. Kolom keterangan

Kolom ini diisi dengan deskripsi mengenai pengetahuan, sikap, dan/atau keterampilan tertinggi yang dicapai/terkembangkan dalam diri peserta didik dan menggambarkan nilai peserta didik yang dinyatakan dengan A, B, C, D, atau E. Deskripsi menggunakan ungkapan positif, bersifat memotivasi. Misalnya, seorang peserta didik mengikuti kegiatan pidato dalam bahasa Inggris, dan yang bersangkutan mampu berpidato dalam topik- topik yang ia kenal dengan bahasa yang akurat, lancar, dan penuh  percaya  diri.  Pada  kolom  keterangan  dapat  ditulis mampu berpidato dalam topik-topik yang ia kenal dengan bahasa yang akurat, lancar, dan penuh percaya diri

4. Akhlak dan kepribadian

Nilai akhlak dan kepribadian dinyatakan secara kualitatif dengan kategori (ungkapan)  sangat baik, baik, atau kurang baik sesuai kondisi peserta didik yang bersangkutan.

Penilaian  akhlak  yang  merupakan  aspek  afektif  dari  kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, sebagai perwujudan sikap dan         perilaku  beriman       dan      bertakwa        kepada         Tuhan      YME, dilakukan oleh guru agama dengan memanfaatkan informasi dari pendidik mata pelajaran lain dan sumber lain yang relevan.

Penilaian  kepribadian,  yang  merupakan  perwujudan  kesadaran dan tanggung jawab sebagai warga masyarakat dan warganegara yang baik sesuai dengan norma dan nilai-nilai luhur yang berlaku dalam  kehidupan  bermasyarakat  dan berbangsa, adalah bagian dari penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian oleh guru pendidikan kewarganegaraan dengan memanfaatkan informasi dari pendidik mata pelajaran lain dan sumber lain yang relevan.

5. Ketidakhadiran

Ketidakhadiran dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu sakit, izin, dan tanpa keterangan. Masing-masing kategori diisi dengan angka sesuai dengan jumlah ketidakhadirannya dengan satuan hari, misalnya ”4” pada kategori izin apabila yang bersangkutan tidak hadir sejumlah 4 (empat) hari dengan izin. Apabila peserta didik tidak memiliki   ketidakhadiran   pada   salah   satu,   dua,   atau   semua kategori, kolom/ruangan yang relevan diisi dengan ” – ”.

  1. Tanda tangan

Rapor ditandatangani oleh wali kelas dan diketahui oleh orang tua/wali peserta didik. Wali kelas menuliskan nama lengkap, NIP jika memiliki, dan membubuhkan tanda tangan dan orang tua/wali peserta didik menuliskan nama lengkap dan membubuhkan tanda tangan pada ruang masing-masing.

  1. Keputusan kenaikan kelas/ Kelulusan

GAMBAR KEPUTUSAN

Berdasarkan pencapaian peserta didik dan ketentuan yang berlaku mengenai kenaikan kelas, pada akhir semester 2 peserta didik ditetapkan naik kelas atau tinggal kelas. Apabila naik kelas, maka pada ruang naik ke kelas                        (       ) diisi isian yang relevan,  misalnya  naik ke  kelas  VIII  (delapan).  Sebaliknya,  bila tinggal   kelas,   maka   pada   ruangan   tinggal   di   kelas                       (                            ) diisi dengan isian yang relevan pula, misalnya tinggal di kelas VII (tujuh). Selanjutnya untuk tempat dan tanggal diisi nama kabupaten/kota di mana sekolah berada dan tanggal diberikannya rapor kepada orang tua/wali peserta didik, misalnya Jayapura, 30 Juni 2007.

Berikut ini adalah contoh kriteria yang digunakan untuk menentukan kenaikan kelas peserta didik.

1. Kenaikan  kelas  dilaksanakan  satuan  pendidikan  pada  setiap akhir tahun.
2. Peserta didik dinyatakan naik kelas, apabila yang bersangkutan telah mencapai kriteria ketuntasan minimal.
3. Peserta didik dinyatakan harus mengulang di kelas yang sama bila,             a)         Jika      peserta          didik        tidak       menuntaskan  standar kompetensi dan kompetensi dasar lebih dari empat mata pelajaran sampai pada batas akhir tahun pelajaran, dan b) Jika karena  alasan  yang  kuat,  misal  karena  gangguan  kesehatan fisik, emosi atau mental sehingga tidak mungkin berhasil dibantu     mencapai        kompetensi                yang           ditargetkan.  Satuan pendidikan dapat menentukan ketidaknaikan kelas kurang dari empat mata pelajaran tidak tuntas sesuai dengan KTSP yang dikembangkan.
4. Ketika mengulang di kelas yang sama, nilai peserta didik untuk semua indikator, kompetensi dasar, dan standar kompetensi yang ketuntasan belajar minimumnya sudah dicapai, minimal sama dengan yang dicapai pada tahun sebelumnya.

Satuan pendidikan dimungkinkan untuk menambah kriteria yang digunakan sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang telah disusun.

Pada siswa kelas IX,  kriteria kelulusan disesuaikan dengan aturan yang berlaku pada tahun pelajaran yang berjalan.

  1. Pindah Sekolah

Pada bagian ini (pindah sekolah) terdiri atas dua bagian, yaitu pindah keluar dan masuk. Pada bagian pindah keluar, diisi keterangan tentang tanggal keluar, kelas yang ditinggalkan, dan alasan pindah sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah dan orang tua/wali peserta didik.

Pada bagian pindah masuk, diisi keterangan tentang data peserta didik  di  sekolah  yang  baru  dan  ditandatangani  oleh  kepala sekolah.

  1. Catatan Prestasi

Berisi catatan tentang prestasi siswa selama rentang waktu tertentu dalam setiap semester seperti menjuarai lomba-lomba tertentu atau kegiatan-kegiatan lainnya yang sifatnya kompetitif dalam kegiatan kurikuler dan pengembangan diri. Dalam uraiannya dituliskan tentang   nama   lomba/kegiatan,   peringkat   yang diperoleh   dan tanggal  pelaksanaan.  Dalam  kolom  catatan  khusus  diisi dengan uraian tentang kegiatan dan/atau prestasi selain kegiatan kurikuler dan pengembangan diri. Misalnya menjadi duta seni, mengikuti program pertukaran pelajar, dsb.

Catatan :

Lampiran yang terdapat pada petunjuk pengelolaan rapor ini hanya sebagai model; daerah/satuan pendidikan dapat mengembangkan sesuai dengan kebutuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *